Wednesday, January 23, 2013

Kanker Buah Zakar Tidak Hambat Pria Punya Anak

Kanker Buah Zakar
Usai menjalani operasi pengangkatan kanker buah zakar, biasanya seorang pria sudah divonis tidak punya anak. Apa itu benar? Dahulu mungkin orang berpendapat begitu, tetapi sekarang ada pendapat yang berbeda. Operasi kanker buah zakar ternyata masih memberi kemungkinan pria memiliki anak. Tidak benar bila dikatakan bahwa seorang penderita kanker buah zakar (testis) yang telah menjalani operasi pengangkatan testis (orkiektomi) tidak mungkin dapat mempunyai anak kandung lagi. Kemungkinan itu masih cukup besar.

Sepuluh atau 15 tahun lalu banyak ahli urologi berpendapat bahwa jenis pengurangan produksi sperma pasca orkiektomi merupakan hal yang bersifat permanen. Ini merupakan alasan kuat mengapa kemoterapi lebih lanjut yang agresif dianjurkan. Toh, asumsinya tidak mungkin si penderita dapat mempunyai anak kandung lagi. Akibatnya, prosedur operasi yang sering dilakukan di masa lalu benar-benar dapat menghancurkan fungsi-fungsi ejakulasi.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Sophie D. Fossa, dari Norwegian radium Hospital di Oslo, dan melibatkan 60 pasien kanker yang telah menjalani orkiektomi, di mana testis yang mengandung kanker telah diangkat. Hasil penelitian ini kemudian dilaporkan dalam The Journal of Urology.

Kebanyakan pria tersebut ternyata memperoleh kembali jumlah sperma normal mereka setelah operasi, dan hampir setengah di antara mereka telah menjadi ayah. Jumlah ini mewakili 78% dari mereka yang sedang mencoba memiliki seorang anak. Suatu persentase yang cukup tinggi dan menggembirakan.

Memang bukanlah suatu yang aneh bila sebagian pasien mengalami penurunan produksi sperma dalam testis yang tersisa setelah operasi. Namun Fossa dan rekan-rekannya menemukan bahwa para pasien yang pada awalnya memiliki jumlah sperma rendah sekali pun akan mengalami sebuah periode tingkat sperma normal “temporer” selama kira-kira setahun setelah operasi.

Dengan temuan ini, para ahli kanker saluran kemih tentu harus lebih berhati-hati dalam menentukan prosedur terapi apa yang sebaiknya dipilih bagi si pasien. Bila kemungkinan penyebaran kanker ke bagian tubuh lain (metastasis) sangat kecil atau boleh dikatakan tidak ada, dan pasien pun masih ingin mempunyai anak, ada baiknya bila para ahli mempertimbangkan kemungkinan pemulihan spontan dalam jumlah sperma ini.

Selain itu, Fossa juga menyarankan agar para pasien diberi kesempatan untuk menyimpan spermanya di bank sperma. Dengan kemajuan teknologi kesehatan yang memperbesar kemungkinan keberhasilan teknik bayi tabung, tentu penyimpanan sperma ini akan memberi kesempatan tambahan bila pemulihan spontan jumlah sperma tidak berlangsung baik. Setidaknya, peluang untuk menjadi ayah kandung lebih terbuka lagi.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons